Home Afkar ARGUMENTASI UNTUK AKSI BELA PALESTINA TANPA MEMBAWA BENDERA PALESTINA

ARGUMENTASI UNTUK AKSI BELA PALESTINA TANPA MEMBAWA BENDERA PALESTINA

37

Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi

 

Tanya :

Ustadz mohon arahannya dan bimbingannya. Untuk memberikan argumentasi kenapa Aksi Palestina kemarin tidak pakai Bendera Palestina?  (Abdul Hadi, Yogyakarta).

 

Jawab :

Alasan-alasan berikut ini dapat diajukan mengapa Aksi Palestina yang haq dan syar’i, adalah tanpa bendera Palestina:

Pertama, karena bendera Palestina yang ada sekarang bukanlah buatan bangsa Palestina, melainkan buatan Inggris, sesuai perjanjian Sykes – Pycot (antara Inggris dan Perancis) tahun 1916 yang memecah belah negeri-negeri Arab yang dulunya satu kesatuan wilayah di bawah Khilafah Ustmaniyah Turki.

Jadi mengibarkan bendera Palestina saat ini, berarti menyetujui kejahatan kafir penjajah yang memecah belah kesatuan negeri-negeri Islam.

Kedua, karena bendera Palestina hanya hanya representasi dari 22% wilayah Palestina, yaitu Jalur Gaza dan Tepi Barat, sesuai batas wilayah pasca perang Arab Israel 1967. Sedangkan 78% wilayah Palestina, menjadi wilayah Israel saat ini.

Jadi, mengibarkan bendera Palestina saat ini, artinya adalah menyerahkan 78% tanah Palestina kepada kaum kafir Zionis Yahudi yang menjajah dan menduduki tanah Palestina.

Ketiga, karena bendera Palestina adalah simbol negara demokrasi-sekuler, yang merupakan bentuk negara dari Peradaban Barat, bukan simbol dari negara Islam (Khilafah) yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Bendera yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang menjadi simbol negara Islam, adalah liwa’ dan rayah, bukan yang lain.

Liwa’ adalah bendera berwarna putih, dengan tulisan berwarna hitam La ilaha illallah muhammadur rasulullah.

Rayah adalah bendera berwarna hitam, dengan tulisan berwana putih La ilaha illallah muhammadur rasulullah.

Jadi, mengibarkan bendera Palestina saat ini, tiada lain berarti mendukung berdirinya negara demokrasi-sekuler yang berasal dari Peradaban Barat yang kafir.

 

Bandung, 5 Juni 2024

Muhammad Shiddiq Al Jawi