Home Aqidah MEMAHAMI FENOMENA GILA AKHIR ZAMAN : ORANG ISLAM TAPI PRO ISRAEL DAN...

MEMAHAMI FENOMENA GILA AKHIR ZAMAN : ORANG ISLAM TAPI PRO ISRAEL DAN MENDUKUNG ZIONISME

1
Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer

 

Pendahuluan

Beberapa tahun belakangan ini di Indonesia muncul fenomena adanya sejumlah aktivis, tokoh, atau bahkan ulama yang pro Zionisme. Ada tokoh ulama misalnya yang pernah menemui PM Israel Benyamin Netanyahu (tahun 2018). Ada lima orang aktivis ormas ulama yang pernah berkunjung ke Israel dan dengan bangga dan penuh senyum foto-foto bersama dengan Presiden Israel (tahun 2024). Ada pula imam besar sebuah masjid yang mengundang tokoh Zionis untuk mengisi pelatihan kader ulama di masjid besar yang dipimpinnya (2024). Ada pula pemimpin ormas ulama yang mengundang Zionis untuk mengisi kegiatan pengkaderan kepemimpinan di ormasnya (15 Agustus 2025). Bagaimana kita umat Islam menanggapi fenomena ini?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, akan kami jelaskan tiga hal berikut;

Pertama, apa itu yang dimaksud dengan istilah Zionis dan Zionisme?
Kedua, andaikata benar ada fenomena sebagian umat Islam yang pro kepada Zionis dan Zionisme, bagaimana perspektif Islam terhadap mereka?
Ketiga, bagaimana hukumnya secara syariah, bolehkah seorang muslim menjadi Zionis, atau menjadi pendukung Zionisme?

 

Definisi Zionis dan Zionisme

Istilah Zionis (Arab : shahyūniyyun, صَهْيُوْنِيٌّ) itu artinya adalah orang yang menganut paham Zionisme (Arab : shahyūniyyah صَهْيُوْنِيّةٌ ).

Lalu apa itu Zionisme? Dalam Encyclopaedia Britannica terdapat definisi yang dianggap paling komprehensif untuk Zionisme. Dalam Encyclopaedia Britannica, sebagaimana dikutip oleh Matt Stefon (editor), dalam bukunya Judaism : History, Belief, And Practice disebutkan bahwa :

“Zionism, the Jewish nationalist movement that has had as its goal the creation and support of a Jewish nationalist state in Palestine, the ancient homeland of Jews.” (Matt Stefon (editor), Judaism : History, Belief, And Practice, hlm. 148).

Artinya : “Zionisme adalah sebuah gerakan nasionalis Yahudi yang bertujuan untuk menciptakan dan mendukung negara nasionalis Yahudi di Palestina, sebagai tanah air kuno bagi orang Yahudi.”

Berdasarkan definisi Zionisme tersebut, jelaslah bahwa orang yang disebut Zionis (penganut paham Zionisme), artinya adalah setiap orang yang berusaha mewujudkan cita-cita untuk mendirikan atau mendukung negara nasionalis Yahudi (Israel) di Palestina.

Jadi istilah Zionis merupakan istilah umum yang cakupannya tidak terbatas untuk orang-orang Yahudi (penganut agama Yahudi) saja, tetapi juga yang beragama apapun dan beretnis apapun. Walhasil, bisa jadi seseorang itu muslim atau mungkin dia adalah orang Arab, tetapi dia adalah seorang Zionis, karena dia mendukung negara Israel di Palestina.

Namun demikian, perlu dipahami bahwa tidak selalu orang Yahudi (penganut agama Yahudi) setuju dengan Zionisme. Sekelompok penganut Yahudi ortodoks, yang menamakan kelompok mereka dengan nama Neturei Karta, bahkan menentang keras Zionisme dan juga menentang keras eksistensi negara Israel saat ini di Palestina. (https://id.wikipedia.org/wiki/Neturei_Karta).

Jadi, kesimpulannya, Zionisme itu tidaklah identik dengan agama Yahudi. Memang orang-orang Zionis umumnya adalah penganut agama Yahudi, tetapi sebagian penganut Yahudi justru tidak setuju dengan Zionisme itu sendiri.

Demikian juga istilah Zionis (penganut paham Zionisme), tidak selalu dia itu orang yang beragama Yahudi. Ini karena Zionis merupakan istilah umum untuk setiap orang yang berusaha mewujudkan cita-cita untuk mendirikan atau mendukung negara Yahudi di Palestina. Maka boleh jadi seseorang itu muslim tetapi dia adalah Zionis, selama dia mendukung negara Yahudi (Israel) yang ada di Palestina saat ini.

Maka dari itu, menurut kami, sejumlah orang Islam yang pro kepada Israel seperti disebutkan di atas, tidak diragukan lagi adalah termasuk Zionis. Tokoh ulama yang pernah menemui PM Israel Benyamin Netanyahu (tahun 2018), adalah seorang Zionis. Sejumlah lima orang aktivis ormas ulama di Indonesia, yang pernah berkunjung tahun 2024 ke Israel dan foto-foto bersama dengan Presiden Israel, juga adalah orang-orang Zionis. Imam besar sebuah masjid di Jakarta yangpada tahun 2024 pernah mengundang Zionis untuk menjadi pembicara dalam acara pengkaderan ulama di masjidnya di Jakarta, jelas juga seorang Zionis. Demikian juga ulama yang mengundang tokoh Zionis untuk mengisi akademi kepemimpinan di perkumpulannya baru-baru ini (15 Agustus 2025), juga seorang Zionis. Jadi, mereka itu adalah Zionis, bukan sekedar pendukung Zionis, melainkan ya dianya itu sendiri adalah Zionis. Mereka adalah Zionis! Na’uzhu billah min dzalik.

 

Fenomena Zionis Dari Kalangan Muslim

Nah, sekarang kita akan mendiskusikan fenomena adanya Zionis dari kalangan muslim. Memang benar, sangat gila kita melihat fenomena adanya sejumlah aktivis, tokoh, atau bahkan ulama yang pro kepada Zionis dan Zionisme. Pro kepada Israel. Mereka bahkan mempunyai hubungan yang mesra dengan kaum Zionis itu, terbukti ada orang Zionis yang diundang ke Indonesia untuk memberi pelatihan pengkaderan ulama di sebuah masjid terbesar di Jakarta (meski katanya tidak jadi), atau ada orang Zionis yang diundang untuk mengisi pengkaderan kepemimpinan sebuah ormas Islam yang besar di negeri ini. Bagaimana kita memandang fenomena ini?

Jawabannya, kita tidak usah heran, karena fenomena tersebut sudah pernah dikabarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita. Perhatikan hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri RA berikut ini :

عَنْ ‏أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ‏قَالَ ‏: ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ ، قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏آلْيَهُودَ ‏وَالنَّصَارَى ‏، ‏قَالَ : فَمَنْ .أخرجه البخاري (7320) ، مسلم (2669) .

Dari Abu Sa’īd Al-Khudriy RA, dia berkata,”Rasulullah SAW telah bersabda “Sungguh kamu (umat Islam) akan benar-benar mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau pun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu pasti akan tetap mengikuti mereka.” Kami bertanya,“Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah SAW menjawab, “Lalu siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari, no. 7320; Muslim, no 2669).

Jadi, fenomena orang muslim yang mengikuti Yahudi, sudah pernah dikabarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita. Tentu fenomena akhir zaman ini bukan sesuatu yang terpuji, melainkan sesuatu yang tercela, karena Rasulullah  SAW menyebutkan bahkan orang muslim itu akan tetap mengikuti kaum Yahudi atau Nashrani, walau pun mereka masuk ke lubang biawak.

Yang dimaksud “mereka mengikuti Yahudi dan Nashrani sampai ikut-ikutan masuk ke lubang biawak” adalah sbb :

ضَرَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَثَلَ بِجَحْرِ الضَّبِّ لِشِدَّةِ ضِيقِهِ وَرَدَاءَتِهِ، وَنَتْنِ رِيحِهِ وَخَبَاثَتِهِ ، وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى تَمَامِ الِاتِّبَاعِ وَكَمَالِهِ، وَشِدَّةِ مُوَافَقَتِهِمْ وَتَقْلِيدِهِمْ، حَتَّى لَوْ كَانَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا التَّقْلِيدِ السُّوءُ وَالشَّرُّ …، وَحَتَّى لَوْ كَانَ مِنْ وَرَائِهِ سُوءُ النَّتَائِجِ، وَوَخِيمُ الْعَوَاقِبِ، وَفَسَادُ الْأُسَرِ وَالْمُجْتَمَعَاتِ، وَضَيَاعُ الدِّينِ وَالْمَبَادِي وَالْأَخْلَاقِ.

“Nabi SAW membuat perumpamaan dengan “lubang biawak” karena lubang biawak itu sangat sempit dan sangat buruk, busuk baunya, dan banyak kotorannya. Ini adalah dalil yang menunjukkan akan ada muslim yang mengikuti Yahudi dan Nashrani secara totalitas, sangat sesuai dan sangat bertaqlid (mengikuti) kepada mereka, bahkan walaupun di balik taqlid itu ada keburukan dan kejahatannya… Jadi walau di balik sikap taqlid itu ada hasil-hasil yang buruk, atau ada akibat-akibat yang negatif, atau ada kerusakan keluarga dan masyarakat, hilangnya agama dan prinsip-prinsp (agama), dan akhlak, (akan ada muslim yang tetap mengikuti Yahudi dan Nashrani itu).“ (https://www.islamweb.net/ar/article/235492)

 

Bolehkah Muslim Menjadi Zionis?

Jelas tidak boleh atau haram muslim menjadi Zionis, karena empat alasan sbb:

Pertama, Islam melarang umatnya untuk ber-walā’ (mempunyai loyalitas atau kepatuhan) kepada kaum Yahudi atau Nashrani. Ketika ada orang Islam yang menjadi Zionis, sudah pasti dia akan mengikuti arahan dan kepemimpinan kaum Yahudi yang kafir. Jelas ini tidak dibolehkan dalam ajaran Islam. Firman Allah SWT :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَتَّخِذُوا الۡيَهُوۡدَ وَالنَّصٰرٰۤى اَوۡلِيَآءَ ​ بَعۡضُهُمۡ اَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ​ وَمَنۡ يَّتَوَلَّهُمۡ مِّنۡكُمۡ فَاِنَّهٗ مِنۡهُمۡ​ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِيۡنَ‏

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin/teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin/teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah : 51)

Kedua, Islam melarang umatnya untuk mengikuti kaum Yahudi dan Nashrani. Jadi ketika ada muslim yang menjadi Zionis, dengan mendukung Israel, artinya dia telah mengikuti Yahudi dan Nashrani, sesuatu yang sudah dilarang oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Islam melarang umatnya untuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, termasuk membantu atau mendukung Israel yang sedang menjajah Palestina. Jadi ketika seorang muslim menjadi Zionis, artinya dia memberikan dukungan atau bantuan kepada Israel. Padahal Islam sudah melarang muslim untuk memberi bantuan kepada pihak lain untuk berbuat dosa atau permusuhan. Firman Allah SWT :

وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى​ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah : 2).

Keempat, Islam melarang umatnya untuk menyerupai kaum kafir, termasuk kaum kafir dari kalangan Yahudi dan Nashrani. Jadi ketika ada sebagian umat Islam yang menjadi Zionis, ini jelas merupakan sesuatu yang dilarang, karena dengan menjadi Zionis, berarti seorang muslim telah menyerupakan dirinya dengan kaum kafir Yahudi. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk ke dalam golongan mereka.” (HR. Abu Dawud). Wallāhu a’lam.

 

Yogyakarta, 28 November 2025
Muhammad  Shiddiq Al-Jawi